Mungkin diantara kita ada yang melupakan (baca mengabaikan) bahwa tubuh kita bukan hanya butuh makan dan minum tapi juga butuh bergerak!
Polling ...
Untuk sebagian masyakarat kota, bergerak menjadi sesuatu aktifitas yang sulit. Bukan hanya melanda kalangan usia menengah yang bekerja di kantoran, tapi juga mereka yang senantiasa berada di rumah juga tengah melanda anak-anak dan remaja yang sudah dimanjakan dengan berbagai teknologi. Mungkin ada diantara anggota keluarga kita yang jarang sekali bergerak, mungkin adik, paman, ayah, atau kakek dan nenek.
Bergerak yang dianjurkan adalah aktifitas jalan kaki kira-kira 30 menit saja sehari. 30 menit dari 24 jam artinya 1/48 dari waktu sehari adalah waktu yang sangat sedikit saja untuk kita sisihkan. Coba kita fikirkan lagi kemana 23 jam 30 menit dari waktu kita gunakan hingga kita tidak sempat bergerak?
Bergerak membuat tubuh menjadi lebih lentur, sehingga dapat mencegah kaku otot dan sendi. Bergerak membuat aliran darah ke otak menjadi lebih lancar, sehingga membuat pikiran menjadi lebih cerah. Bergerak membuat jantung jadi semakin kuat. Bergerak membuat peredarahan darah dan sistem keseimbangan cairan lainnya bergerak. Bergerak akan membakar lemak, sehingga akan mencegah terbentuknya plak pembuluh darah. Bergerak juga membuat sel lebih peka untuk membakar gula darah, jarang bergerak merupakan risiko bagi terjadi diabetes.
Baiknya, semua aktifitas kita tentunya kita lakukan dengan senang hati, gembira dan bahagia. Masih banyak alasan positif mengapa kita harus bergerak. Apakah anda juga punya alasan lain?
Blog selanjutnya akan kita bahas juga ide-ide sederhana untuk membuat kita dapat bergerak. Salam,.
Timbang berat badan adalah satu cara yang mudah dan murah untuk mengetahui status kesehatan kita. Hasil dari timbang berat badan adalah kita bisa tahu apakah gemuk, normal atau kurus. Serta mengetahui apakah berat badan bertambah, tetap atau berkurang.
Menilai gemuk atau tidaknya seseorang secara kasat mata bisa saja, hasilnya tentu tidak akurat, yaitu: pendek kurus, pendek gemuk, tinggi kurus atau tinggi gemuk.
Faktor riwayat penyakit dalam anggota keluarga, terutama dari orang tua (ayah atau ibu), sangat berperan untuk dapat memprediksi kemungkinan apakah seseorang (anak kandungnya) mempunyai kemungkinan untuk mendapatkan penyakit yang sama.
Misalnya pada diabetes, bila ada riwayat diabetes tipe 2 pada ayah atau ibu, maka ada kemungkinan anak nya mempunyai risiko mendapatkan diabetes lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai riwayat orang tua diabetes.
Salam sejahtera, Selamat, anda telah peduli untuk mengetahui 'Hipertensi'.
Jumlah penderita hipertensi di Indonesia cukup tinggi namun kebanyakan dari mereka tidak menyadari. Penderita hipertensi yang sadar dan berobat jumlahnya sedikit apalagi yang 'terkontrol' dengan baik. Hipertensi yang tidak terkendali merupakan faktor risiko bagi terjadinya berbagai penyakit. Hipertensi menyebabkan kerusakan berbagai organ target bahkan dapat mengancam kematian.'LeafBook' ini merupakan referensi singkat mengenai hipertensi, dengan membacanya anda akan:
Mengetahui apa hipertensi dan apa risikonya.
Mengetahui pemeriksaan apa saja yang harus dilakukan untuk keperluan diagnosa maupun mengetahui pemeriksaan lanjut.
Menyadari pentingnya terapi dan kontrol.
Mengetahui apa yang harus anda lakukan dalam kendali hipertensi guna mencegah komplikasi baik secara farmakologik maupun perbaikan pola hidup.
Semoga bacaan ini dapat memberikan wawasan bagi anda sekeluarga. Salam sehat & sejahtera
Kolesterol sangat diperlukan oleh tubuh namun bila kadarnya tinggi dalam plasma darah akan menjadi faktor risiko bagi terjadinya berbagai penyakit pembuluh darah di otak, jantung dan berbagai organ lainnya yang dalam istilah medis disebut sebagai penyakit 'serebrokardiovaskular'. Penyakit yang termasuk ke dalam golongan penyakit 'serebrokardiovaskular' adalah stroke, penyakit jantung koroner dan penyakit pembuluh darah tepi.
Kadar kolesterol tinggi dalam darah dapat disebabkan oleh karena faktor bawaan dan faktor didapat. Faktor didapat erat kaitannya dengan gaya hidup. Asupan makanan yang tinggi kolesterol serta tinggi lemak jenuh menyebabkan kadar kolesterol menjadi tinggi. Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko bagi terjadinya penyakit jantung koroner (PJK). Perlu waktu bertahun-tahun untuk dapat menimbulkan penyakit 'kardiovaskular'. Metode penilian risiko 'Skor Framingham' dapat memprediksi risiko seseorang untuk mendapatkan penyakit jantung koroner (PJK) dalam kurun waktu 10 tahun. Dengan menilai risiko maka dapat segera dilakukan tindakan pencegahan agar tidak terjadi kesakitan bahkan kematian akibat PJK.
Sehat di hari esok tak ternilai harganya. Upaya gaya hidup sehat dengan kendali kolesterol dapat mencegah PJK serta memperbaiki risiko bagi mereka yang berisiko tinggi mendapatkan PJK
Kencing manis / diabetes mellitus (DM) merupakan suatu abnormalitas sistem 'hormon insulin' yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah melebihi nilai normal.
Kadar gula yang tinggi akibat diabetes mellitus bila tidak dikendalikan dapat menimbulkan berbagai penyulit baik akut maupun kronik. Penyulit akibat DM dapat bersifat fatal terhadap kesakitan maupun kematian.
Penyulit akibat DM antara lain pada pembuluh darah, pembuluh darah jantung (koroner), mata, ginjal, sistem saraf, alat gerak, impotensi dan lain-lain.
DM dapat memberikan dampak sosio-ekonomi pada semua lapisan ekonomi di masyarakat. Diabetisi harus melakukan upaya terapi dalam jangka waktu yang panjang bahkan sepanjang hidupnya.
'LeafBook' ini menggagas 'diabetes mellitus', khususnya DM tipe II, disertai dengan berbagai ilustrasi agar lebih mudah anda fahami.
Nyeri sendi banyak dikeluhkan oleh anggota keluarga yang telah berusia diatas 50 tahun. Nyeri sendi dapat disebabkan oleh berbagai penyakit. Nyeri sendi terbanyak disebabkan oleh osteoartritis, artritis rheumatoid serta artritis gout.
Bacaan ini akan membahas radang sendi (artritis) yang merupakan bagian dari kajian ilmu reumatologi sehingga anda akan mengetahui:
Apa artritis / radang sendi.
Mengapa terjadi artritis.
Apa tipe / jenis artritis.
Kepada siapa berobat.
Bagaimana upaya terapinya.
Serta berbagai 'tips' nya.
Selain membaca, tetaplah berkonsultasi kepada dokter anda.
Stroke merupakan serangan akut 'serebrovaskular' yang merupakan pembunuh ketiga setelah penyakit 'kardiovaskular' dan 'kanker'. Stroke umumnya menyerang pria / wanita diatas usia 60 tahun, namun dapat pula menyerang pada penderita dengan usia yang lebih muda.
Gejala klinik stroke bervariasi dari ringan hingga berat. Keluhan penderita stroke adalah bicara rero, lemah / lumpuh sebelah anggota gerak, mulut mencong dan wajah tampak tidak simetris dan berbagai 'kelainan sistem saraf pusat' lainnya.
Anda sekeluarga perlu mengenali gejala 'serangan stroke' agar penderita dapat segera dirujuk ke rumah sakit. Penanganan yang cepat dan tepat sangat berpengaruh terhadap morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian).
Penderita paska serangan stroke dapat kehilangan produktifitas hidup. Pengobatan dan rehabilitasi perlu kesabaran dalam waktu yang cukup lama. Cacat badan dapat disertai perubahan psikologis penderitanya.
Kehidupan paska stroke merupakan adaptasi baru untuk dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari seperti sebelum serangan stroke. Upaya penderita stroke bersama dengan keluarga, pelatih, dokter dan perawat untuk mencapai kehidupannya menjadi lebih baik. Cara hidup sehat yang bijak adalah mencegah daripada mengobati yaitu dengan memahami berbagai 'faktor risiko' stroke.
Cegahlah stroke sejak dini dengan pola hidup yang sehat.